Gangguan Server Tak Terulang, SPMB Tahap Kedua di SMA Negeri 2 Tenggarong Berjalan Lancar
Sejumlah calon peserta didik mengambil formulir daftar ulang pada tahap pertama. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap kedua melalui jalur domisili di SMA Negeri 2 Tenggarong yang berlangsung pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026 berjalan lancar.
Berbeda dengan tahap
pertama yang sempat diwarnai gangguan server, akses aplikasi kini dinilai lebih
stabil sehingga proses pendaftaran dapat berlangsung sesuai jadwal.
Kepala SMA Negeri 2
Tenggarong, Andi Winarko, mengatakan perbaikan akses server menjadi salah satu
faktor yang membuat pelayanan kepada calon peserta didik pada tahap kedua
berjalan lebih optimal.
Ia menjelaskan, kondisi
tersebut berbeda dengan tahap pertama pada 22–26 Juni lalu ketika aplikasi SPMB
yang digunakan secara bersamaan oleh seluruh SMA di Kalimantan Timur sempat
tidak dapat diakses.
Akibat gangguan tersebut,
sekolah terpaksa melakukan pendataan sementara secara manual dan menggunakan
Google Form agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Setelah itu, Dinas
Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur menerapkan pembagian jadwal akses server
berdasarkan wilayah.
Untuk Kabupaten Kutai
Kartanegara, akses diberikan mulai pukul 07.00 hingga 10.00 Wita sehingga
proses pendaftaran kembali berjalan normal.
"Pada hari pertama
server benar-benar tidak dapat diakses karena aplikasi dipakai secara serentak
di seluruh Kalimantan Timur. Akibatnya kami tidak bisa bekerja menggunakan
sistem tersebut," ujarnya saat di temui di ruangan nya pada Selasa
(30/6/2026).
Saat ini, lanjutnya,
pelaksanaan tahap kedua melalui jalur domisili, kondisi server berangsur stabil
dan belum ditemukan kendala berarti dalam proses penerimaan peserta didik baru.
"Sampai sekarang
server juga masih dapat diakses dengan baik. Mudah-mudahan tahap kedua ini juga
dapat berjalan maksimal sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia SPMB
Provinsi Kalimantan Timur," kata dia.
Pada tahun ajaran
2026/2027, SMA Negeri 2 Tenggarong menyediakan kuota sebanyak 456 peserta didik
baru yang terbagi dalam 12 rombongan belajar (rombel) dengan masing-masing
rombel akan diisi 38 siswa.
Jumlah pendaftar pada
tahap pertama mencapai sekitar 400 orang dengan jumlah peserta didik yang di
terima 260, sedangkan pada jalur domisili hingga saat ini telah tercatat
sekitar 250 pendaftar dengan jumlah penerimaan 193.
Andi menjelaskan, seleksi
jalur domisili mengacu pada alamat yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK)
sesuai wilayah yang telah ditetapkan. L
Selain zonasi, calon
peserta didik juga wajib memenuhi ketentuan masa berlaku KK.
Dokumen yang digunakan
harus telah diterbitkan paling lambat minimal satu tahun saat pendaftaran.
"Karena pendaftaran
dibuka pada 22 Juni, maka KK yang digunakan harus sudah terbit sebelum 22 Juni
2025. Kalau KK baru diterbitkan setelah tanggal tersebut, secara sistem tidak
dapat diterima," jelasnya.
Untuk memberikan pelayanan
selama proses pendaftaran, SMA Negeri 2 Tenggarong juga membuka layanan
helpdesk yang dapat dimanfaatkan calon peserta didik maupun orang tua.
Andi menyebutkan,
mayoritas aduan yang diterima selama pelaksanaan SPMB berkaitan dengan sulitnya
mengakses server.
"Helpdesk memang
disediakan di setiap sekolah. Itu merupakan ketentuan dari panitia SPMB tingkat
Provinsi Kalimantan Timur sehingga kami siap memberikan penjelasan dan
informasi kepada masyarakat yang mengalami kendala selama proses
pendaftaran," tutupnya. (kriz)